• Penutupan Layanan CBN Mobile 3.5G thru XL   • CBN Menaikkan Dua Kali Lipat Bandwidth DirectNet di Bogor dan Bandung   • Kantor Pusat CBN Pindah
  NEWS | TECH |JOB |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Hot Topic | Home & Living | Your Tips | Fashion | Beauty | Cooking | Love | Smart Woman | Child Info | Consultation |
 
   
Home And Living  
 




Majalah ASRI

Rumah Berkesan Ringan
Home And Living Thu, 18 May 2006 13:57:00 WIB

Bagi Fadil Fudadi dan Vera Triani ukuran lahan rumah mereka yang hanya seluas 120 m2 tidak menjadi halangan untuk dijadikan rumah yang lapang dan terbuka sesuai dengan impian mereka. Keterbatasan lahan ini justru memicu pasangan muda jebolan Akademi Interior Desain ini untuk menggali potensi sudut ruang yang "stagnan" menjadi lebih fungsional dan lebih estetis.
 
Pada awalnya rumah "hook" yang mereka beli mengikuti standar layout yang sudah ditentukan oleh developer townhouse. Namun dengan pemikiran agar desain rumahnya efisien, lapang dan "ringan", akhirnya rumah mereka menjadi lebih unik dan berkarakter berkat sentuhan "artistik" dari sang desainer. Fadil memikirkan desain rumahnya dari berbagai aspek yaitu mulai dari mengadopsi konsep keterbukaan dalam meraih visual berkesinambungan dan lapang sampai menyatukan berbagai fungsi ruang menjadi satu kesatuan dalam langkah menghemat ruang.
 
Salah satu langkah mengefisienkan ruang adalah dengan membuang sebagian tembok ruang tamu di depan menjadi ruang duduk terbuka seperti sebuah teras. Ruang duduk ini ditata apik dengan furnitur yang simpel, dikelilingi oleh kolam hias dan taman yang segar. Secara visual, ruang duduk terasa lapang berkat bukaan-bukaan yang diperoleh dari hilangnya tembok-tembok penyekat. Dari teras ini, pemandangan baik ke seluruh ruang luar maupun ruang dalam dapat leluasa Dalam mendesain Fadil menyukai desain "yang lepas dan tidak tertekan". Artinya tata letak rumahnya secara visual dan struktur memberi rasa keterbukaan yang sejalan dengan pemikiran konsep desain yang simpel dan sederhana Inilah konsep yang dirintis sejak awal yaitu menggunakan seluruh lahan rumahnya secara maksimal.
 
Menyambung dari area teras terdapat sebuah ruang semi terbuka yang digunakan Fadil sebagai ruang "meditasi°. Di ruangan inilah ia memperoleh inspirasi melukis dan membuat artworks dari besi plat yang unik. Ruangan ini sekaligus menjadi galeri privatnya yang penuh dengan karya-karya yang cenderung bertemakan abstrak minimalis yang "spontan". Karya lukisan dan artworks Fadil sering ditemukan di rumah-rumah modern yang memang cocok ditempatkan untuk interior modern. Fadil pun menerapkan sentuhan karya seninya di rumahnya seperti pada elemen-elemen eksterior rumah yaitu gerbang, lampu dan juga pagar rumah.
 
Memasuki interior rumah ruangan yang minim sekat mengingatkan kita pada tata letak pada sebuah apartemen. Ruang keluarga, ruang makan dan dapur menyatu. Perabotnya pun disesuaikan dengan proporsi ruangan dan berfungsi maksimal tanpa terlihat dominan. Di sini ruangan terlihat lebih terang dengan berbagai corak warna sebagai aksen yang digunakan secara manis. Ruang tengah ini menjadi pusat aktivitas dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan mereka sehari-hari dan terbuka ke arah taman yang asri. Bukaan-bukaan seperti skylight dan void menjadi desain elemen yang efektif baik untuk sirkulasi udara maupun untuk cahaya matahari yang optimal.
 
Tangga ke lantai atas didesain dengan menggunakan besi plat yang terlihat ringan dan ramping mengikuti konsep rumah keseluruhan. Dalam mengefisienkan ruang di bawah bordes dibuatkan ruang kamar mandi yang memadai dengan WC, shower dan wastafel yang terpadu. Langkah ini sangat tepat mengingat luas bangunan hanya kurang lebih 100 m2.
 
Pada lantai atas terdapat rak TV dan meja komputer di sudut ruang, yang menjadi ruang santai dan sekaligus ruang kerja Dua kamar tidur dan satu kamar mandi melengkapi lantai atas tersebut. Bagi Fadil dan Vera keterbatasan ruang memotivasi kreativitas mereka membuat langkah mengoptimalkan ruang. Satu contoh pemikiran yang ideal dalam mengefisienkan ruangan adalah menggunakan perabot-perabot sebagai penyekat tanpa membuat tembok. Langkah ini menghasilkan rumah mereka terlihat lapang.
 
(Yosi Wyoso)

Sumber: Majalah ASRI




Other articles

Sulap Bagian Wajah yang Kurang Oke Yuk!
Sat, 25 Feb 2006 09:27:00 WIB
Jalan Mantap dengan Hak Tinggi
Thu, 19 Jan 2006 08:58:00 WIB
Baju Apek, Nggak Deh!
Sat, 14 Jan 2006 09:39:00 WIB

 

 
hanyawanita.com Senior Dunia Wedding Simplight
 
Agenda
 
February 2010
SMTWTFS
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28
 
 
5,3

juta perempuan penderita menopause dengan 68% di antara mereka merasakan gejala biologis klimaterik yang merupakan gejala bawaan


(Bisnis Indonesia)

 
Gallery Batita
 
Wed, 11 Nov 2009 14:20:00 WIB
Nailah Amanta
09/21/2005

Send Your Profile
More Profiles
 
Smart Woman
 
Thu, 16 Apr 2009 13:45:00 WIB
Peni Cameron
'The Power of Love'